Fastabiqul Khoirot

PERMENPAN RB

File PDF

Jumat, 31 Maret 2017

DUNIA DITANGAN AKHERAT DIHATI


Dalam segala masalah di kehidupan ini mesti ada dua golongan yang bertolak belakang. Sebagaimana bumipun ada dua kutub yang berlawanan yang selamanya tidak akan bisa bertemu, yakni kutub utara dan selatan. Demikian pula dalam permasalahan terhadap urusan dunia dan akherat, ada dua golongan manusia yang berpemahan kontradiktif dalam masalah ini.

Ada golongan manusia yang mendewa-dewakan dunia, sampai-sampai ia tidak sama sekali menyisihkan waktu dan tenaga untuk akheratnya, yang notabene kepentingannya sendiri. Tenggelam dalam kesibukan dan kenikmatan duniawi yang semu. Sementara disisi lain ada orang yang begitu sibuk dengan aktivitas akherat, sholat, dzikir, khuruj untuk berdakwah hingga ia melupakan hak-hak diri dan orang-orang yang menjadi tanggungannya. Istri terbengkalai, anak-anak terlantar serta badannya tiada terurus. Sehingga disatu sisi ahli ibadah khusyuk, sementara disisi lain ia menjadi orang yang hidupnya menggantungkan pada belas kasih dan uluran tangan orang lain. Na’udzubillah mindzalik.....padahal Rasulullah saw bersabda :


Artinya : “Barang siapa meminta-minta padahal memiliki apa yang mencukupinya, maka ia hanyalah memperbanyak api (untuk membakar dirinya)” (HR Abu Dawud)

DUNIA AKHERAT SEIMBANG

Dunia ditanganku Akherat dihatiku, itulah perkataan orang bijak. Idealnya memang seorang hamba untuk beribadah dan berdakwah dengan segenap jiwa, namun hendaklah itu tidak menjadikannya lupa terhadap bagiannya di dunia. Inilah Allah ta’ala peringatkan kepada hamba-hamba-Nya dalam Qur’an Surat Al-Qoshos ayat 77
Artinya : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akherat, dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari kenikmatan duniawi “.


KETIKA HARUS MEMILIH

Suatu ketika manusia pasti akan dihadapkan pada dua pilihan yang dilematis antara dunia dan akheratnya. Bahkan kadang sangat-sangat sering hal ini menimpa kita. Antara dua pilihan dunia dan akherat. Ngaji atau tivi, keluarga atau Allah, pekerjaan atau pahala.

Bagi orang yang dibimbing dengan hidayah-Nya ia akan mudah untuk memilih yang benar, yakni pilihan akherat. Namun bagi orang yang lemah lagi bodoh tidak sedikit yang salah pilih, memilih kenikmatan dunia yang semu dan mengorbankan akheratnya, demi cintanya kepada anaknya rela mengorbankan kecintaannya kepada Robbnya, Na’udzubillah mindzalik. Padahal dunia itu bila diandingkan dengan akherat amat-amat kecil. Tiada kehidupan yang sesungguhnya kecuali kehidupan akherat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar